Jumat, 02 Desember 2011

Manfaat Membeli dan menjual Barang Bekas Pakai


Ada beberapa manfaat yang bisa ibu dapatkan dengan membeli barang bekas pakai seperti:

  • Jika anda beruntung anda bisa mendapatkan barang bermerek terkenal berkualitas bagus dengan separuh harga.
  • Toko barang bekas biasanya hanya akan menjual barang bekas yang kondisinya masih baik, jadi tak perlu terlalu khawatir akan kualitas barangnya.
  • Tersedia beragam mainan populer anak merek terkenal yang dijual setengah harga.
  • Manfaat bagi para penjual, selain mereka mendapatkan uang tambahan dari barang yang sudah tak terpakai yang mereka jual tersebut, mereka juga dapat menghemat space penyimpanan dirumah. Selain itu barang tersebut juga tidak akan mubajir, karena sudah pasti akan dipakai oleh pembeli barang tersebut.

Barang Bekas Sebagai Alternatif Investasi

Anda tentunya sangat familiar betul denganbarang bekas, saya sangat yakin di sekitar anda pastilah terdapat banyak sekali ragam barang bekas. Namun, tentunya anda maupun saya bisa jadi belum memanfaatkannya sebagai alternatif sarana dalam berinvestasi! Inilah yang akan saya bahas pada artikel kali ini.
Sebelum serius membahas mengenai barang bekas sebagai alternatif investasi, kita flashback dulu apa yang menjadi definisi dari investasi ?
Menurut wikipedia, investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan
Menurut saya pribadi, investasi adalah sarana atau media dimana nantinya berhubungan dengan suatu nilai atau modal yang kita tanamkan dengan harapan pada periode tertentu nilai atau modal tersebut bertambah. Sarana atau media disini bentuknya sangat beragam, seperti surat berharga, properti, emas, kendaraan produktif dan sebagainya.
Kembali ke pokok bahasan!
Sebelum kita mengetahui jenis barang bekas apa saja yang bisa dijadikan sarana investasi yang cocok, ada baiknya anda mulai dari sekarang melakukan inventarisir barang yang tidak terpakai di dalam rumah anda. Kalau perlu, catat dalam sebuah buku dan lakukan list terhadap barang-barang tersebut. Setelah semua barang yang tidak terpakai tersebut dilakukan pencatatan, mulailah beri keterangan di setiap item, apakah barang tersebut memiliki nilai jual lebih atau tidak. Misal, jika ternyata dari hasil pencatatan tersebut ditemukan sebuah barang elektronik namun tidak memiliki nilai historis, maka barang tersebut digolongkan tidak memiliki nilai jual yang tinggi. Berikanlah keterangan pada semua barang yang telah tercatat. Kadangkala ada barang yang kita tidak perlu melakukan sentuhan apapun tetapi memiliki nilai jual yang tinggi, namun kadang juga ditemukan barang yang bisa memiliki nilai jual yang tinggi apabila dilakanretouching. Kalaupun memerlukan biaya saat retouching barang tersebut, usahakan biayanya seminim mungkin. Hal-hal seperti ini harus anda perhatikan betul.
Jika ternyata di rumah anda tidak terdapat barang bekas yang memiliki nilai jual yang tinggi, maka tidak usah khawatir karena di lingkungan sekitar rumah anda pun pasti ada, jika pun tetap tidak ada anda bisa membelinya dari orang-orang yang memerlukan uang, namun tidak mengetahui nilai ekonomis barang bekas yang dijual. Biasanya anda akan mendapatkan harga yang murah sekali.
Contoh barang bekas yang bisa anda jadikan alternatif investasi adalah lukisan, uang kuno, perangko lama, barang antik dan masih banyak yang sejenis. Kategori barang yang saya sebutkan diatas, semakin lama akan memiliki nilai historis yang makin tinggi sehingga harganya pun semakin mahal. Namun, ada juga barang bekas yang bisa dijadikan investasi jangka pendek ( 1 – 6 bulan), misalkan oli bekas, pakaian bekas, spanduk bekas, sampul bekas dan masih banyak barang sejenis yang lain. Untuk kategori yang ini, anda memerlukan biaya untuk melakukan retouching agar barang tersebut memiliki nilai lebih sehingga anda bisa menjualnya lebih mahal.
Setelah anda memiliki barang bekas tersebut, dan anda telah memiliki banyak koleksi, namun masih bingung untuk memasarkannya. Anda pun bisa menjual barang-barang tersebut secara online, artinya anda harus membuatkan website yang berisi katalog dari barang-barang tersebut, kemudian iklankan website anda sebanyak-banyaknya baik menggunakan iklan baris, melalui forum, ataupun melalui social media seperti facebook dan twitter. Untuk menarik sebanyak mungkin visitor atau pengunjung website anda. Andapun siap memiliki bisnis online khusus barang bekas.

memanfaatkan sampah botol

Botol beling memiliki nilai tinggi, apalagi masih utuh. Jika sudah tidak utuh akan didaur ulang lagi bersama dengan berbagai jenis kaca lainnya untuk dicetak menjadi botol baru. Harga sampah botol bekas minuman lebih rendah karena bentuknya khusus sehingga pembelinya terbatas perusahaan minuman itu. Botol kecap lebih mahal karena banyak produk yang bisa dikemas dengan botol itu. Usaha botol bekas juga memberi peluang kerja bagi ibu-ibu sebagai pencuci botol.

memanfaatkan sampah kaleng

kemasan kaleng yang digunakan untuk barang-barang keperluan sehari-hari. Sementara sumber daya tambang tidak dapat diperbaharui, jika bisa pun butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun untuk membentuknya. Suatu saat bahan tambang tersebut akan habis dieksplorasi. Oleh karena itu, akan bijak jika kita ikut andil dalam gerakan menyukseskan daur ulang. Kaleng baja 100% dapat didaur ulang karena siklus hidupnya tidak akan pernah berakhir.

memanfaatkan Sampah kertas

Sampah kertas bisa dikumpulkan menjadi satu bagian yang dipisahkan dari sampah lainnya. Entah selanjutnya dibuang ke tempat sampah atau dijual ke tukang loak, minimal kita sudah memudahkan langkah para pengelola sampah untuk melakukan pengolahan tingkat lanjut. Kumpulan sampah kertas bisa dibuat berbagai macam jenis kerajinan tangan, seperti topeng, patung, dan kertas daur ulang. Nilai jual sampah kertas daur ulang jauh lebih tinggi dari sekadar sampah kertas biasa. Kertas daur ulang bisa dijual ke pengrajin sebagai bahan pembuat kerajinan tangan, atau Anda sendiri yang membuat karya seni yang menghasilkan.

Pengolahan Kembali Limbah Kain bekas dan Karton

Industri tekstil merupakan salah satu industry besar di Indonesia. Dari industry banyak sekali limbah yang dibuang. Salah satunya adalah kain-kain bekas potongan kecil-kecil yang disebut kain perca. Kain-kain ini dibuang oleh perusahaan tekstil dalam bentuk karungan yang biasa dibeli oleh pedagang kecil.
Kain perca sering kali kita buang percuma. mungkin paling banter cuma bisa kita gunakan sebagai kain lap. Tapi sebenarnya kalau kita tahu pemanfaatannya,kita bisa menggunakan untuk banyak hal yang mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi dari pada sekedar menjadi alat pembersih seperti :
1. Menjadi bahan pengisi badan boneka,sofa
2. Digiling halus untuk bahan pengisi bantal atau guling
3. Dijahit menjadi rangkaian keset
4. Dibentuk menjadi tas,dompet,sandal ataupun sepatu
5. Diserut untuk dijadikan benang
Ide pengembangan industry lanjutan dari kain perca ini didapatkan oleh orang-orang yang berpikir kreatif untuk mendapatkan nilai guna dari kain perca. Mulai dari coba-coba membuat kain perca menjadi barang sederhana seperti keset atau taplak meja dengan balutan seni, pedagang kecil mengadu nasib untuk menjualnya. Melihat peluang pasar yang menyambut baik, maka industry pengolahan kain perca ini mulai ditekuni secara serius.
Faktor yang mempengaruhi penjualan kain perca adalah karakteristik perca itu sendiri dan kemampuan penjual melihat keadaan pasar. Jenis kain perca yang ada di pasaran tingkat pengepul biasa bercampur antara jenis kain yang satu dengan yang lainnya. tinggi rendahnya harga tergantung besarnya kecilnya pasokan kain perca dengan kebutuhan tiap industri yang menpunyai permintaan jenis-jenis kain perca yang sesuai untuk produk yang dibuat. Begitu juga dengan warna. Putih adalah warna yang mempunyai nilai jual paling tinggi. Sedangkan warna gelap umumnya mempunyai nilai jual yang lebih rendah. namun bagaimanapun juga membidik pasar yang cocok dengan pasokan kain yang kita miliki akan menempatkan nilai harga jual barang lebih tinggi. dari pada asal menjual pada industri yang tidak memperhatikan jenis kain,karena produk yang dihasilkan tingi memiliki kriteria jenis kain tertentu sepeti pada industri pembuat boneka,pembuat sofa ataupun petani buah yang biasa memanfaatkan sebagai sekat antara buah-buahan agar tidak rusak karena benturan saat pengangkutan. Banyak jenis kain yang biasa ada dipasaran seperti kain kaos dari jenis katun,poleyster dan sebagainya. ada lagi yang berasal dari bahan TC,jeans dan yang masih banyak lagi yang lainnya.
Harga pasaran yang naik turun membuat harga kain perca selalu menyesuaikan hukum pasar yaitu dimana bila stok berlimpah sedangkan permintaan terbatas maka harga kain perca mengalami penurunan. Tapi bila sebaliknya maka harga kain akan melambung. Disinilah dituntut pengamatan pasar yang baik dari setiap pelaku bisnis.
manfaat barang bekas :

1.Gelas yang retak tidak layak digunakan untuk minum. Akan tetapi, jangan lekas dibuang. Dengan sentuhan cat pada gelas, dapat dimanfaatkan untuk wadah alat tulis atau alat-alat yang lainnya. Cara yang lebih mudah dengan menempelkan stiker yang menarik sesuai keinginan.
2.boneka tangan (puppet)

memanfaatkan barang bekas

Pemanfaatan barang bekas alias sampah
Pemanfaatan barang bekas alias sampah
Sejak kecil saya telah diajari untuk memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Misalnya menggunakan bekas tempat talk atau bedak tabur untuk celengan. Caranya hanya cukup dengan melobangi salah satu sisi dengan pisau sebesar uang receh yang akan dimasukkan. Karena sejak kecil telah terbiasa sampai sekarang pun celengan saya terbuat dari barang-barng bekas.
Awalnya ibu saya dulu mengajari membereskan kertas-kertas yang tidak terpakai dimasukkan ke dalam sebuah map agar tidak berantakan. Namun map nya bukan map yang biasa dibeli di toko melainkan map yang dibuat dari cover luar buku gambar. Iya, cover luar buku gambar yang di kedua sisi buku gambar yang panjang itu ditempeli dengan kertas yang kaku sehingga kertas-kertas yang dimasukkan tidak berantakan.
Kemudian ibu saya mengajari menyampul buku-buku catatan saya. Namun sampulnya bukan dari kertas sampul yang dibeli di toko, melainkan dari kertas kalender. Kertas kalender tersebut yang ditaruh di bagian dalam yang bagian ada gambarnya, sehingga yang nampak dari luar adalah yang polos. Setelah disampul dengan kertas kalender kemudian disampul plastik agar tidak kotor. Sejak saat itu saya menyampuli buku-buku saya kebanyakan dengan kertas-kertas kalender. Selanjutnya agar tidak hanya polos, saya kemudian mencari gambar-gambar lucu maupun gambar-gambar kartun di koran-koran ataupun majalah bekas kemudian mengguntingnya dan menempelnya di bagian luar sampul kalender tersebut, sehingga sampul tidak hanya kelihatan rapi tetapi juga menarik.
Pemanfaatan barang-barang bekas, saat ini mungkin akan sangat berarti jika dilakukan. Karena saat ini banyak sekali jenis-jenis sampah yang terbuat dari plastik, kertas, karet maupun kaleng. Paling tidak ketika kita memanfaatkan baang-barang tersebut dapat sedikit mengurangi timbunan sampah-sampah yang saat ini semakin banyak saja.
Belakangan saya teinspirasi sebuah buku yang berjudul Kreasi Kertas Koran 2 karya Rubiyar. Dalam buku tersebut kita diajari untuk memanfaatkan kertas koran menjadi barang-barang yang bermanfaat.
Pemanfaatan barang bekas alias sampah
Pemanfaatan barang bekas alias sampah
Namun belum semuanya saya praktekkan. Saya baru memanfaatkan dalam pembuatan linting koran. Kemudian saya gunakan linting koran tersebut untuk menghias kertas bekas tissu gulung (kertas di bagian dalam tissue gulung). Dan akhirnya kertas koran yang menjadi linting koran dan kertas bagian dalam tissue gulung menjadi tempat pensil seperti ini
Cara pembuatannya :
●         Awalnya membuat linting koran dahulu. Siapkan alat pelinting dari bambu berdiameter kurang dari 3 mm dengan salah satu ujungnya adalah ruas bambu. Belahlah ujung bambu hingga ke pangkal ruas (sumber : buku Kreasi Kertas Koran 2). Namun karena saya kesulitan untuk emnemukan bambu, kemudian saya modifikasi. Saya tidak menggunakan bambu melainkan lidi. Saya patahkan lidi namun tidak sampai benar-benar patan agar tetap bisa menjepit walau tidak terlalu sempurna namun akhirnya tetap bisa dipakai untuk membuat linting koran :-)
●         kemudian siapkan kertas koran dengan lebar kurang lebih 10 cm atau menurut selera dan panjang menurut selera juga asal tidak melebihi panjang alat pelinting. (sumber : buku KKK 2). jepitlah bagian kertas koran tersebut dan sisakan salah satui sisi lebih lebar dari sisi yang lain.
●         Selanjutnya gulung kertas dari yang lebarnya lebih kecil. Padatkan lintingan kertas dengan menekan kedua telapak tangan pada lantai atau tumpuan lalu linting kertas koran.
●         Setelah hampir habis, bagian akhir gulungan diberi lem kertas kemudian direkatkan dan tarik lidi atau bambu tersebut.
●         Bikin linting kertas sebanyak-banyak-banyaknya. Kemudian lapisan kertas gulung bekas tissu gulung tersebut dengan lem kertas atau isolasi bolak balik. Kemudian tempel lintingan kertas koran satu persatu dan potong bagian yang tidak perlu.
●         Namun sebelum diberi isolasi bolak balik dan ditempel linting kertas, tutupi bagian bawah kertas agar tidak berlubang dengan kertas karton atau kertas yang kaku untuk menutup lubang. Kertas kaku dimaksudkan agar kuat menhan beban pensil amupun bolpoin yang nantinya akan dimasukkan.
●         Setelah ditutupi kertas tersebut kemudian baru ditempeli isolasi bolak balik dan lintingan koran sehingga menjadi lebih rapi. Pada saat menmepel linting koran, usahan lintingan yang tidak terpakai (karena terlalu panjang) segera dipotong agar lebih rapi.
Ini merupakan salah satu modifikasi yang saya lakukan, agar lebih jelas mungkin lebih baik jika membaca buku Kreasi Kertas Koran 2 dan 3.  Karena lebih banyak kreasi-kreasi yang ditawarkan dan tentunya menarik karena cara pembuatannya dijelaskan satu persatu secara terperinci.