Jumat, 02 Desember 2011

memanfaatkan barang bekas

Pemanfaatan barang bekas alias sampah
Pemanfaatan barang bekas alias sampah
Sejak kecil saya telah diajari untuk memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Misalnya menggunakan bekas tempat talk atau bedak tabur untuk celengan. Caranya hanya cukup dengan melobangi salah satu sisi dengan pisau sebesar uang receh yang akan dimasukkan. Karena sejak kecil telah terbiasa sampai sekarang pun celengan saya terbuat dari barang-barng bekas.
Awalnya ibu saya dulu mengajari membereskan kertas-kertas yang tidak terpakai dimasukkan ke dalam sebuah map agar tidak berantakan. Namun map nya bukan map yang biasa dibeli di toko melainkan map yang dibuat dari cover luar buku gambar. Iya, cover luar buku gambar yang di kedua sisi buku gambar yang panjang itu ditempeli dengan kertas yang kaku sehingga kertas-kertas yang dimasukkan tidak berantakan.
Kemudian ibu saya mengajari menyampul buku-buku catatan saya. Namun sampulnya bukan dari kertas sampul yang dibeli di toko, melainkan dari kertas kalender. Kertas kalender tersebut yang ditaruh di bagian dalam yang bagian ada gambarnya, sehingga yang nampak dari luar adalah yang polos. Setelah disampul dengan kertas kalender kemudian disampul plastik agar tidak kotor. Sejak saat itu saya menyampuli buku-buku saya kebanyakan dengan kertas-kertas kalender. Selanjutnya agar tidak hanya polos, saya kemudian mencari gambar-gambar lucu maupun gambar-gambar kartun di koran-koran ataupun majalah bekas kemudian mengguntingnya dan menempelnya di bagian luar sampul kalender tersebut, sehingga sampul tidak hanya kelihatan rapi tetapi juga menarik.
Pemanfaatan barang-barang bekas, saat ini mungkin akan sangat berarti jika dilakukan. Karena saat ini banyak sekali jenis-jenis sampah yang terbuat dari plastik, kertas, karet maupun kaleng. Paling tidak ketika kita memanfaatkan baang-barang tersebut dapat sedikit mengurangi timbunan sampah-sampah yang saat ini semakin banyak saja.
Belakangan saya teinspirasi sebuah buku yang berjudul Kreasi Kertas Koran 2 karya Rubiyar. Dalam buku tersebut kita diajari untuk memanfaatkan kertas koran menjadi barang-barang yang bermanfaat.
Pemanfaatan barang bekas alias sampah
Pemanfaatan barang bekas alias sampah
Namun belum semuanya saya praktekkan. Saya baru memanfaatkan dalam pembuatan linting koran. Kemudian saya gunakan linting koran tersebut untuk menghias kertas bekas tissu gulung (kertas di bagian dalam tissue gulung). Dan akhirnya kertas koran yang menjadi linting koran dan kertas bagian dalam tissue gulung menjadi tempat pensil seperti ini
Cara pembuatannya :
●         Awalnya membuat linting koran dahulu. Siapkan alat pelinting dari bambu berdiameter kurang dari 3 mm dengan salah satu ujungnya adalah ruas bambu. Belahlah ujung bambu hingga ke pangkal ruas (sumber : buku Kreasi Kertas Koran 2). Namun karena saya kesulitan untuk emnemukan bambu, kemudian saya modifikasi. Saya tidak menggunakan bambu melainkan lidi. Saya patahkan lidi namun tidak sampai benar-benar patan agar tetap bisa menjepit walau tidak terlalu sempurna namun akhirnya tetap bisa dipakai untuk membuat linting koran :-)
●         kemudian siapkan kertas koran dengan lebar kurang lebih 10 cm atau menurut selera dan panjang menurut selera juga asal tidak melebihi panjang alat pelinting. (sumber : buku KKK 2). jepitlah bagian kertas koran tersebut dan sisakan salah satui sisi lebih lebar dari sisi yang lain.
●         Selanjutnya gulung kertas dari yang lebarnya lebih kecil. Padatkan lintingan kertas dengan menekan kedua telapak tangan pada lantai atau tumpuan lalu linting kertas koran.
●         Setelah hampir habis, bagian akhir gulungan diberi lem kertas kemudian direkatkan dan tarik lidi atau bambu tersebut.
●         Bikin linting kertas sebanyak-banyak-banyaknya. Kemudian lapisan kertas gulung bekas tissu gulung tersebut dengan lem kertas atau isolasi bolak balik. Kemudian tempel lintingan kertas koran satu persatu dan potong bagian yang tidak perlu.
●         Namun sebelum diberi isolasi bolak balik dan ditempel linting kertas, tutupi bagian bawah kertas agar tidak berlubang dengan kertas karton atau kertas yang kaku untuk menutup lubang. Kertas kaku dimaksudkan agar kuat menhan beban pensil amupun bolpoin yang nantinya akan dimasukkan.
●         Setelah ditutupi kertas tersebut kemudian baru ditempeli isolasi bolak balik dan lintingan koran sehingga menjadi lebih rapi. Pada saat menmepel linting koran, usahan lintingan yang tidak terpakai (karena terlalu panjang) segera dipotong agar lebih rapi.
Ini merupakan salah satu modifikasi yang saya lakukan, agar lebih jelas mungkin lebih baik jika membaca buku Kreasi Kertas Koran 2 dan 3.  Karena lebih banyak kreasi-kreasi yang ditawarkan dan tentunya menarik karena cara pembuatannya dijelaskan satu persatu secara terperinci.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar